Usai Panen Ubi, Lapas Terbuka Pasaman Langsung Bergerak Cepat! Kalapas Pimpin Gotong Royong Bersihkan Lahan Bersama Warga Binaan
Pasaman barat, Rabu (11/5) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan lahan pasca panen komoditas ubi roti yang sebelumnya menjadi bagian dari program ketahanan pangan warga binaan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Terbuka Pasaman, didampingi jajaran pegawai serta diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di area lahan produktif Lapas Terbuka Pasaman yang telah digunakan dalam program pertanian warga binaan. Setelah pelaksanaan panen, lahan kembali dibersihkan dan dirapikan sebagai langkah awal menuju tahap persiapan pengolahan berikutnya untuk mendukung program lanjutan pembinaan kemandirian berbasis pertanian.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan lahan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menjaga kesinambungan program kerja ketahanan pangan. Pembersihan dilakukan secara terencana agar lahan tetap dalam kondisi optimal untuk kegiatan pertanian selanjutnya.
“Pascapanen ubi roti, kegiatan pembersihan lahan dilakukan agar area tanam siap untuk diolah kembali. Program pertanian di Lapas Terbuka Pasaman merupakan kegiatan berkelanjutan yang terus dikembangkan melalui pembinaan warga binaan,” ujar Kalapas.
Pelaksanaan gotong royong dilakukan dengan melibatkan petugas pembinaan kerja, pengawasan lapangan, serta kelompok warga binaan yang tergabung dalam unit kegiatan pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memperhatikan aspek ketertiban, keamanan, dan efisiensi waktu, agar lahan dapat segera digunakan kembali sesuai dengan jadwal program kerja yang telah ditetapkan.
Program ketahanan pangan di Lapas Terbuka Pasaman menjadi salah satu fokus utama pembinaan yang diarahkan untuk memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan. Melalui kegiatan seperti penanaman dan pemeliharaan komoditas ubi roti, warga binaan memperoleh pengalaman kerja langsung yang dapat diaplikasikan di masyarakat setelah masa pidana berakhir.
Dalam arahannya, Kepala Lapas Terbuka Pasaman juga menekankan pentingnya kesinambungan antara kegiatan panen, pengolahan lahan, dan persiapan musim tanam berikutnya agar produktivitas tetap terjaga.
“Lahan ini bukan hanya menjadi tempat kegiatan pertanian, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan pembinaan kerja bagi warga binaan untuk membentuk kemandirian,” jelasnya.

