Akses Terhambat Longsor, Dharma Wanita Lapas Terbuka Pasaman Upayakan Penyaluran Bantuan untuk Korban Bencana di Talu pasaman barat.
Pasaman Barat – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak bencana alam di wilayah Talu, Kabupaten Pasaman Barat. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat banjir dan longsor yang melanda daerah tersebut, Jumat (5/12).
Bantuan yang disalurkan terdiri dari kebutuhan bahan pokok seperti Beras, Minyak, Sabun, Kopi, Teh dan Gula. Seluruh paket bantuan dikemas oleh anggota Dharma Wanita bersama petugas lapas sebelum kemudian dibawa menuju titik distribusi terdekat di wilayah Talu.
Namun, dalam proses pengantaran bantuan, rombongan Dharma Wanita Lapas Terbuka Pasaman menghadapi kendala di lapangan. Akses menuju lokasi terdampak tidak dapat dilalui kendaraan karena jalur utama tertutup material longsor. Kondisi tersebut membuat tim tidak bisa mencapai permukiman warga yang paling terdampak.
Meski begitu, Dharma Wanita memastikan bantuan tetap disalurkan dengan menggandeng aparat nagari dan relawan setempat untuk melanjutkan distribusi hingga ke tangan warga yang membutuhkan.
“Akses menuju lokasi bencana tertutup material longsor sehingga kami tidak dapat masuk langsung ke titik permukiman warga. Namun, bantuan tetap kami serahkan melalui perangkat nagari dan petugas lapangan agar dapat segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar perwakilan Dharma Wanita Lapas Terbuka Pasaman.
Pihak lapas menegaskan bahwa kepedulian sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam yang berdampak pada kehidupan warga. Mereka juga berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Perangkat Nagari Talu menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan dan upaya Dharma Wanita dalam menyalurkannya meskipun akses lapangan terbatas.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Situasi di lapangan saat ini memang cukup berat, terutama dengan kondisi akses yang terputus akibat longsor. Bantuan ini sangat berarti bagi warga,” ujar salah satu perangkat nagari.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan sosial antara institusi pemasyarakatan dan masyarakat, serta menjadi bukti bahwa peran Lapas dan jajarannya tidak hanya terbatas pada pembinaan warga binaan, tetapi juga turut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan.

