Deteksi Dini TBC di Lapas! Warga Binaan Lapas Terbuka Pasaman Jalani Skrining dan Pemeriksaan X-Ray Bersama Tim Medis CITO Semarang
Pasaman Barat, Jumat (7/11) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) yang diikuti oleh seluruh warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruangan Humas Lapas Terbuka Pasaman dengan menggandeng Tim CITO sebagai vendor resmi yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Program ACF ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan pemasyarakatan. Melalui kegiatan ini dilakukan skrining gejala klinis, pemeriksaan chest X-ray (rontgen dada), serta inisiasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi peserta yang memenuhi kriteria medis.
Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan tahapan pendataan dan wawancara gejala awal, seperti batuk kronis, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, serta riwayat kontak dengan penderita TBC. Warga binaan yang memenuhi indikasi klinis kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan chest X-ray digital untuk memastikan kondisi paru-paru dan mendeteksi adanya tanda-tanda infeksi TBC.
Tim CITO sebagai pelaksana teknis bertanggung jawab dalam pengoperasian alat X-ray, pengambilan data hasil pemeriksaan, serta pelaporan medis sesuai pedoman nasional penanggulangan TBC. Sementara itu, petugas kesehatan Lapas Terbuka Pasaman turut mendampingi dalam proses identifikasi dan verifikasi data peserta.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari program nasional eliminasi TBC tahun 2030 yang menjadi prioritas Kementerian Kesehatan. Lapas Terbuka Pasaman berkomitmen mendukung program tersebut dengan menyediakan akses pemeriksaan kesehatan yang memadai bagi warga binaan.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham benyamin harjo menyampaikan bahwa pelaksanaan ACF TBC ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kesehatan lingkungan pemasyarakatan dan memastikan tidak adanya penularan penyakit menular di dalam lapas. “Melalui kerja sama dengan pihak CITO dan Kementerian Kesehatan, kami memastikan proses deteksi dini TBC dapat berjalan secara sistematis dan sesuai standar nasional,” ujar Kalapas.
Selain pemeriksaan fisik, kegiatan ini juga mencakup edukasi kesehatan mengenai pencegahan TBC dan penerapan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi warga binaan yang memiliki risiko tinggi namun belum terinfeksi aktif. Edukasi diberikan oleh tenaga medis dari tim CITO yang memiliki kompetensi dalam bidang penanganan penyakit menular.
Data hasil skrining dan pemeriksaan X-ray akan dianalisis untuk menentukan langkah lanjutan bagi warga binaan yang terindikasi TBC aktif. Mereka yang terkonfirmasi akan mendapat pengobatan intensif dan pemantauan medis berkelanjutan, sedangkan warga binaan lain yang berisiko akan mengikuti program TPT sesuai rekomendasi medis.
Seluruh kegiatan berlangsung dengan menerapkan prosedur kesehatan dan protokol medis standar, serta dilakukan pendataan secara elektronik untuk memastikan akurasi hasil. Pelaksanaan ACF ini berjalan lancar berkat dukungan petugas dan partisipasi aktif warga binaan dalam mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan.
Kegiatan pemeriksaan TBC bersama Tim CITO ini menegaskan komitmen Lapas Terbuka Pasaman dalam memperkuat aspek kesehatan warga binaan melalui kolaborasi lintas sektor, sejalan dengan misi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan produktif.



