Lapas Terbuka Pasaman Wujudkan Dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden melalui Ketahanan Pangan.

Lapas Terbuka Pasaman Wujudkan Dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden melalui Ketahanan Pangan.
Pasaman Barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program pembangunan nasional. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui implementasi program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia dalam Asta Cita, yang bertujuan memperkuat kemandirian dan kedaulatan bangsa. Senin (24/9).
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya sekadar pemenuhan kebutuhan sehari-hari, melainkan sebuah upaya besar untuk memastikan kemandirian bangsa melalui kerja bersama, termasuk partisipasi lembaga pemasyarakatan. Senada dengan itu, Wakil Menteri menyampaikan bahwa pemberdayaan warga binaan dalam program ketahanan pangan merupakan langkah strategis yang memberi manfaat ganda, yakni warga binaan mendapat bekal keterampilan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Terbuka Pasaman melaksanakan penanaman pohon kelapa secara massal di lahan pembinaan yang melibatkan warga binaan. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil produksi di masa mendatang, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran praktis bagi warga binaan agar terampil di bidang pertanian, mandiri, serta peduli terhadap lingkungan.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin harjo menyatakan bahwa selama satu tahun terakhir pihaknya berupaya untuk bergerak dan menghadirkan dampak nyata, baik dalam bidang pembinaan maupun pemberdayaan. Ia menambahkan bahwa program ketahanan pangan akan terus menjadi prioritas utama, dan melalui penanaman pohon kelapa diharapkan warga binaan mampu memiliki bekal keterampilan sekaligus berkontribusi terhadap kemandirian pangan bangsa.
Dampak dari program ini mulai terasa, baik bagi warga binaan, lembaga, maupun masyarakat luas. Bagi warga binaan, kegiatan ini meningkatkan keterampilan, disiplin, dan rasa percaya diri. Bagi lembaga, program ini memperkuat citra positif Lapas sebagai pusat pembinaan yang produktif dan ramah lingkungan. Sedangkan bagi masyarakat dan bangsa, hasil dari penanaman ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan serta menjadi contoh nyata bagaimana lembaga pemasyarakatan ikut berperan dalam pembangunan berkelanjutan.
Dengan langkah ini, Lapas Terbuka Pasaman membuktikan diri bukan hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan yang sejalan dengan visi besar Presiden. Melalui kerja keras dan kebersamaan, program ketahanan pangan benar-benar diwujudkan demi terciptanya kemandirian bangsa.
Info lainnya  Lapas terbuka Pasaman Siap Dukung dan Laksanakan Arahan Dirjenpas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *