Petugas, WBP hingga Peserta Magang Kompak Gelar Gotong Royong Bersihkan Lahan Ubi di Lapas Terbuka Pasaman.
Pasaman Barat, Selasa (2/12) – Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembinaan kemandirian melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan seluruh unsur internal. Kegiatan yang dilaksanakan di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) tersebut diikuti oleh Kepala Lapas, jajaran petugas, warga binaan pemasyarakatan (WBP), serta peserta magang nasional Batch II.
Gotong royong ini difokuskan pada pembersihan dan penataan lahan ubi, yang merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan dalam program pembinaan kerja di Lapas Terbuka Pasaman. Lahan yang dikelola tersebut berfungsi sebagai sarana pembelajaran, praktik kerja, serta penguatan keterampilan bagi WBP dalam program asimilasi.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo mengatakan bahwa kegiatan gotong royong ini tidak hanya bertujuan menjaga produktivitas lahan, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab bagi seluruh peserta.
“Gotong royong ini menjadi bagian dari pembinaan karakter dan pembinaan kemandirian. Kami ingin WBP merasakan langsung pentingnya kerja sama dan etos kerja, terutama dalam kegiatan pertanian yang menjadi program unggulan Lapas Terbuka Pasaman,” ujar Kalapas.
Dalam kegiatan tersebut, para petugas bersama WBP dan peserta magang bahu-membahu membersihkan gulma, merapikan bedengan, memperbaiki saluran air, serta menata kembali area tanam agar siap memasuki masa perawatan berikutnya. Suasana kekompakan tampak terlihat dari awal hingga akhir kegiatan.
Menurut pihak Lapas, keterlibatan peserta magang juga menjadi bagian dari pembelajaran langsung mengenai implementasi program asimilasi dan kemandirian di lapangan. Mereka dapat melihat secara nyata bagaimana pembinaan tersebut dijalankan dan bagaimana WBP diberdayakan melalui kegiatan produktif.
Kegiatan gotong royong ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara seluruh unsur di lingkungan Lapas Terbuka Pasaman untuk mendukung program pertanian yang terus dikembangkan. Lahan ubi sendiri telah menjadi salah satu sumber produksi yang dikelola secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan WBP dan memberikan kontribusi positif dalam pembinaan.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Terbuka Pasaman berharap program pertanian berbasis kemandirian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi WBP maupun lembaga pemasyarakatan itu sendiri.

