KPLP Lapas Terbuka Pasaman Dampingi WBP Olah Lahan dengan Sistem Tugal untuk Penanaman Nilam.

KPLP Lapas Terbuka Pasaman Dampingi WBP Olah Lahan dengan Sistem Tugal untuk Penanaman Nilam.
Pasaman, 24 Juni 2025 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Pasaman melaksanakan kegiatan pertanian terpadu yang melibatkan langsung para WBP dalam pengolahan lahan menggunakan sistem tugal, dengan pendampingan penuh oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP).
Kegiatan ini dilangsungkan di area pertanian milik Lapas Terbuka Pasaman dan menjadi bagian dari program pembinaan kerja yang mengedepankan keterampilan praktis, produktivitas, dan orientasi pascahukum. Sistem tugal, yakni metode tanam tradisional yang efisien dan ramah lingkungan, dipilih untuk mengolah lahan yang akan ditanami tanaman nilam.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian seperti ini bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan harapan baru bagi para WBP.
“Pembinaan di lapas tidak hanya menyentuh sisi keamanan, tetapi juga harus menyasar aspek kemanusiaan dan pemberdayaan. Melalui kegiatan tugal dan penanaman nilam ini, kami ingin warga binaan memperoleh keterampilan nyata yang bisa mereka manfaatkan setelah bebas nanti,” ungkap Kalapas
Kepala KPLP yang turut mendampingi di lapangan, menambahkan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk membangun semangat gotong royong, serta memperkenalkan teknik bercocok tanam yang ekonomis dan berkelanjutan.
Tanaman nilam sendiri dipilih karena memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Budidaya nilam menjadi salah satu bentuk pembinaan ekonomi produktif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masa depan para warga binaan.
Salah satu WBP yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini menyampaikan rasa bangga dan optimisme. “Saya merasa diberdayakan, bukan hanya dihukum. Ini pengalaman yang membuka mata saya bahwa hidup bisa dimulai kembali dengan kerja keras,” ucapnya singkat.
Melalui kegiatan seperti ini, Lapas Terbuka Pasaman menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani pidana, melainkan ruang rehabilitasi sosial yang membina, mendidik, dan memberdayakan. Pendekatan berbasis kerja dan kepercayaan menjadi kunci keberhasilan pembinaan yang berdampak, baik bagi warga binaan maupun masyarakat ketika mereka kembali nanti.
Info lainnya  Kadivpas Kanwil Kemenkumham Sumbar, Ali Syeh Banna Luncurkan Buku Motivasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *