Perkuat Pembinaan Kerohanian, Lapas Terbuka Pasaman Teken MoU dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Pasaman.

Pasaman Barat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman secara resmi melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasaman. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat program pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebagai bagian dari strategi pemasyarakatan yang berbasis nilai keagamaan dan pendekatan kemanusiaan.
Penandatanganan MoU berlangsung di Aula Balai Kantor Urusan Agama (KUA) Pasaman pada Selasa pagi (24/06) dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo, serta Kepala KUA Pasaman ILfa jasri, dan beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Kalapas menyampaikan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter serta pemulihan moral warga binaan. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan suasana lapas yang kondusif, damai, dan memberikan ruang introspeksi bagi WBP.
“Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tapi tentang kesempatan untuk berubah. Dengan hadirnya pembinaan rohani secara terstruktur dari KUA, kami berharap WBP mampu menumbuhkan kesadaran batin yang menjadi landasan untuk hidup lebih baik ke depan,” ujar Kalapas.
Sementara itu, Kepala KUA Pasaman menyambut positif kerja sama ini dan menyatakan komitmennya untuk turut serta dalam membina para warga binaan melalui pendekatan spiritual. Beliau menekankan pentingnya kehadiran negara dalam ruang pemulihan nilai-nilai keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui MoU ini, bentuk kerja sama yang akan dilakukan antara lain meliputi: pengiriman penyuluh agama secara berkala, penyelenggaraan pengajian dan pembinaan ibadah, bimbingan rohani per kasus, serta pembinaan keagamaan intensif dalam momen keagamaan nasional.
Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi pelayanan pemasyarakatan yang tidak hanya bersifat administratif, melainkan menyeluruh hingga aspek psikologis dan spiritual. Lapas Terbuka Pasaman secara konsisten mengembangkan pola pembinaan yang humanis, berbasis nilai, dan relevan dengan kebutuhan reintegrasi sosial warga binaan.
Lapas Terbuka Pasaman akan terus membangun kerja sama lintas lembaga guna menguatkan sistem pembinaan berkelanjutan dan menghadirkan fungsi pemasyarakatan yang efektif, berempati, dan berdampak.
#kemenimipas
#ditjenpas
#pemasyarakatan
#pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat
#guardandguide