Pasaman barat – warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman berhasil melaksanakan panen jagung sebagai hasil dari program pembinaan kemandirian yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas untuk memberikan keterampilan praktis kepada para warga binaan agar dapat mandiri dan berdaya setelah menyelesaikan masa hukuman mereka. Sabtu (12/10).
Proses penanaman hingga panen jagung dilakukan dengan bimbingan langsung dari petugas. Para warga binaan diajarkan berbagai teknik bercocok tanam, mulai dari persiapan lahan, penanaman bibit, perawatan, hingga panen. Hasil panen kali ini cukup melimpah, dengan kualitas jagung yang baik dan layak dijual ke pasar.
Kepala Lapas terbuka pasaman, Kusnan menyatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan keterampilan bertani, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan warga binaan dapat memiliki bekal keterampilan yang dapat mereka manfaatkan setelah keluar dari Lapas, sehingga dapat lebih mudah berintegrasi kembali ke masyarakat dan mengurangi kemungkinan terjadinya tindak pidana ulang.
Salah satu warga binaan yang terlibat dalam program ini mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya karena telah diberikan kesempatan untuk belajar dan berkarya. “Ini adalah pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Selain belajar bertani, kami juga belajar menghargai waktu dan kerja keras. Semoga ilmu yang kami dapatkan di sini bisa berguna ketika kami kembali ke masyarakat nanti,” ujarnya.

