Lapas Terbuka Pasaman Lanjutkan penanaman pohon kelapa, Program ketahanan pangan Nasional.

Lapas Terbuka Pasaman Lanjutkan penanaman pohon kelapa, Program ketahanan pangan Nasional.
Pasaman Barat – Sebagai tindak lanjut dari program ketahanan pangan nasional penanaman pohon kelapa serentak yang digagas oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Terbuka Pasaman kembali melaksanakan penanaman lanjutan pada Rabu (10/9).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Terbuka Pasaman bersama jajaran pegawai dan melibatkan secara aktif Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 792 bibit pohon kelapa ditanam di atas lahan produktif seluas 5 hektare yang dimiliki oleh Lapas Terbuka Pasaman. Penanaman lanjutan ini merupakan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta pemanfaatan lahan sebagai wahana pembinaan kemandirian warga binaan.
Kalapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo dalam Arahannya menjelaskan bahwa penanaman lanjutan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian integral dari program pembinaan.
“Kegiatan hari ini adalah tindak lanjut dari penanaman serentak yang telah kita laksanakan pada hari selasa kemarin. Dengan menanam 792 bibit kelapa di lahan seluas 5 hektare, kami ingin menegaskan bahwa Lapas Terbuka Pasaman serius mengoptimalkan potensi lahan yang ada. Selain mendukung program nasional ketahanan pangan, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran nyata bagi warga binaan mengenai pengelolaan tanaman produktif yang bernilai ekonomis,” ujarnya.
Lebih lanjut Kalapas menambahkan bahwa kelapa dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki banyak manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi maupun ekologi. “Kelapa adalah tanaman produktif yang serbaguna. Dari buah, daun, hingga batangnya bisa dimanfaatkan. Jika dikelola dengan baik, kelapa akan menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan, baik untuk lapas maupun sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan setelah bebas nanti,” tambahnya.
Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk terlibat langsung mulai dari proses pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan bibit. Hal ini sejalan dengan tujuan Lapas Terbuka yang mengedepankan pembinaan berbasis kerja nyata di bidang pertanian.
Penanaman 792 bibit kelapa ini melengkapi penanaman sebelumnya yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan jumlah total 360 ribu bibit. Untuk wilayah Sumatera Barat, Lapas Terbuka Pasaman ditunjuk sebagai salah satu titik pelaksanaan, sekaligus menjadi lokasi strategis peresmian kawasan ketahanan pangan.
Kegiatan ini juga menggambarkan sinergi yang kuat antara jajaran Pemasyarakatan dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat. Dengan adanya program ini, Lapas Terbuka Pasaman tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan produktif yang memberi dampak nyata bagi ketahanan pangan daerah dan nasional.
Melalui penanaman lanjutan ini, Lapas Terbuka Pasaman berharap pohon kelapa yang ditanam dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat berkelanjutan. Selain menjadi sumber pangan dan ekonomi, keberadaan pohon kelapa juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung program penghijauan.
Info lainnya  Lapas Terbuka Pasaman Ikuti apel Pagi Bersama Tahun 2025, bersama Menko Kumham Imipas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *