Lapas Terbuka Pasaman Berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Survei Lahan SAE untuk Dukung Program Ketahanan Pangan
Pasaman Barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan survei lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Barat guna mengidentifikasi potensi lahan yang akan dikembangkan sebagai kawasan pertanian produktif.
Survei dilakukan dengan meninjau secara langsung kondisi lahan, meliputi tingkat kesuburan tanah, sistem pengairan, serta kesesuaian lahan untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun strategi pemanfaatan lahan secara optimal agar mampu memberikan hasil yang maksimal dan berkelanjutan.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman menyampaikan bahwa sinergi dengan Dinas Pertanian merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, potensi lahan yang dimiliki Lapas perlu dimanfaatkan secara produktif sehingga mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi pembinaan warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat secara luas.
Ia menjelaskan bahwa lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) memiliki peran penting sebagai media pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui kegiatan pertanian, warga binaan dibekali keterampilan praktis, pengalaman kerja, serta nilai-nilai kedisiplinan yang diharapkan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dalam pandangannya, kolaborasi dengan Dinas Pertanian tidak hanya berfokus pada pemanfaatan lahan, tetapi juga mencakup pendampingan teknis, pemberian rekomendasi jenis komoditas yang sesuai, hingga pengembangan metode budidaya yang efektif agar hasil pertanian dapat lebih optimal.
Sementara itu, tim dari Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Barat mengapresiasi langkah Lapas Terbuka Pasaman yang terus mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari program pembinaan. Menurut mereka, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mewujudkan pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung peningkatan produksi pangan di daerah.
Hasil survei tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana pengembangan lahan sesuai karakteristik dan potensi yang dimiliki. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan pemanfaatan lahan SAE dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Terbuka Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui pembinaan yang produktif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan warga binaan. Sinergi dengan Dinas Pertanian diharapkan mampu menghasilkan program pertanian yang memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ketahanan pangan sekaligus menciptakan warga binaan yang memiliki keterampilan dan siap kembali berperan aktif di tengah masyarakat.


