Dukung Ketahanan Pangan Nasional, program akselerasi pemerintah Lapas terbuka kelas iib pasaman Sukses Panen Ubi singkong.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, program akselerasi pemerintah Lapas terbuka kelas iib pasaman Sukses Panen Ubi singkong.
Pasaman Barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman terus bergerak mendukung program akselerasi yang digagas oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam hal pemberdayaan warga binaan, khususnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, Salah satu bukti nyata dukungan ini terlihat dari keberhasilan Lapas Terbuka Pasaman Panen Ubi singkong di lingkungan Lapas, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan bagi para Warga Binaan (WBP), tetapi juga diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, Selasa (26/11).
Lahan seluas 2 hektar yang ditanami ubi singkong tersebut memiliki kualitas baik dan hasil panen yang melimpah. total Ubi-ubi yang dipanen semuanya ada 15 Ton, rencananya akan didistribusikan sebagian untuk kebutuhan konsumsi internal Lapas, sedangkan sisanya akan dijual ke pasar lokal guna mendukung program pembinaan lainnya.
Kalapas, Kusnan menyampaikan bahwa program pembinaan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat. “Hasil panen kali ini sangat memuaskan. Ubi Singkong yang ditanam oleh warga binaan tumbuh dengan baik berkat perawatan yang telaten dan ilmu yang kami berikan selama pembinaan. Kami berharap keterampilan ini menjadi bekal bagi mereka di masa depan,” ujarnya.
Pembinaan kemandirian ini juga selaras dengan mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan produktivitas warga binaan.
“Ke depan, kami berharap hasil panen ini bisa meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan kontribusi ekonomi. Kami juga membuka peluang untuk menjalin kerja sama dengan masyarakat luar dalam pengembangan program ini,” tutur Kusnan.
Kesuksesan panen kali ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pembinaan di dalam lapas dapat memberikan dampak positif, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas. Lapas Terbuka Pasaman terus berkomitmen untuk mencetak individu-individu yang siap berkontribusi secara positif setelah kembali ke tengah masyarakat.
Info lainnya  Lapas Terbuka Pasaman Gelar Penggeledahan barak hunian dan Tes Urine Warga Binaan untuk Deteksi Dini Gangguan Keamanandan ketertiban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *