Program Pembinaan Kemandirian Lapas Terbuka Pasaman Berlanjut dengan Budidaya Nanas

Program Pembinaan Kemandirian Lapas Terbuka Pasaman Berlanjut dengan Budidaya Nanas

Pasaman Barat – Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui berbagai kegiatan pertanian produktif. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penanaman 500 batang bibit nanas di Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berada di lingkungan Lapas Terbuka Pasaman. Kegiatan ini melibatkan warga binaan pemasyarakatan bersama petugas lapas sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, Kamis (11/6).

Program penanaman bibit nanas tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan budidaya pertanian yang sebelumnya telah dikembangkan di Lapas Terbuka Pasaman, seperti tanaman ubi dan jagung. Melalui pemanfaatan lahan produktif yang tersedia, lapas terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Info lainnya  Jajaran Lapas Terbuka Pasaman ikuti Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H / 2024 M secara virtual.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan dan petugas bekerja sama melakukan pengolahan lahan, penyiapan bibit, hingga proses penanaman. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk mengenal teknik budidaya tanaman hortikultura sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat produktivitas selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Baharuddin menyampaikan bahwa program pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang menjadi prioritas di lingkungan lapas. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan setelah bebas nantinya.

“Hingga saat ini, sebanyak 130 batang bibit nanas telah berhasil ditanam di Lahan SAE. Penanaman akan terus dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh 500 batang bibit nanas dapat ditanam sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” ujar Kalapas.

Info lainnya  Peringati Isra Mi’raj 1446 H, Lapas terbuka Kelas IIB Pasaman Ajak Warga Binaan Perkuat Iman dan Taqwa.

Menurutnya, pengembangan komoditas nanas dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang baik serta cocok untuk dikembangkan pada lahan yang tersedia di lingkungan lapas. Selain itu, tanaman nanas juga relatif mudah dalam perawatan sehingga dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi warga binaan.

Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan pertanian, warga binaan diharapkan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Lapas Terbuka Pasaman dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Dengan semangat kebersamaan antara petugas dan warga binaan, Lapas Terbuka Pasaman optimistis program budidaya nanas tersebut dapat berkembang dengan baik dan memberikan hasil yang bermanfaat. Ke depan, berbagai program pertanian produktif akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan pembinaan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

Info lainnya  Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat Mengikuti Kegiatan "SENAM BADUNSANAK" Pimpinan Instansi Vertikal dan BUMN Sumatera Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *