Penyuluhan Keagamaan Resmi Dibuka di Lapas Terbuka Pasaman, Wujudkan Pembinaan Rohani Berkelanjutan bagi WBP dan Penguatan Nilai ASN Baru.

Penyuluhan Keagamaan Resmi Dibuka di Lapas Terbuka Pasaman, Wujudkan Pembinaan Rohani Berkelanjutan bagi WBP dan Penguatan Nilai ASN Baru.

Pasaman Barat – Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Pasaman secara resmi membuka kegiatan Penyuluhan Keagamaan bertempat di Mushola Al-Ikhlas, Kamis (3/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh pejabat struktural, seluruh staf dan CPNS formasi tahun 2024, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebagai bagian dari komitmen pembinaan spiritual berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

Acara pembukaan dipimpin langsung oleh Yang Mewakili Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Roni Iskandar yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembinaan keagamaan sebagai landasan moral dan etika dalam proses pemasyarakatan maupun pembentukan karakter CPns baru.

“Pembinaan keagamaan adalah nafas utama dari sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan dan perbaikan diri. Di sisi lain, bagi para CPNS, kegiatan ini merupakan ruang kontemplasi untuk menyerap nilai-nilai dasar pengabdian dan keteladanan,” ungkapnya.

Info lainnya  Lapas Terbuka Pasaman Ikuti Audiensi dan Koordinasi Tusi Kemenko Kumham Imipas: Wujud Sinergi Tata Kelola Pemerintahan

“Di lain kesempatan, Kalapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo, juga menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya ditujukan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, tetapi juga menjadi refleksi penting bagi seluruh jajaran pegawai, termasuk CPNS. Hal ini menjadi bagian dari internalisasi nilai-nilai integritas, empati, dan kedisiplinan spiritual yang harus menyatu dalam pelaksanaan tugas sebagai abdi negara.

“Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang belajar tentang arti tanggung jawab, perbaikan diri, dan kemanusiaan. Maka, kegiatan keagamaan menjadi sarana pembentuk kesadaran moral baik bagi warga binaan maupun petugas pemasyarakatan sendiri,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Kegiatan penyuluhan ini dirancang sebagai program reguler yang akan berlangsung secara bertahap, dengan menghadirkan penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) setempat serta tokoh agama lokal. Materi yang disampaikan meliputi akhlak, ibadah, nilai toleransi, hingga pembangunan kesadaran sosial spiritual.

Info lainnya  Warga binaan lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman antusias mengikuti Pelatihan Budidaya jamur

Penyuluhan juga dimaksudkan untuk memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan, sebagai bekal mental dan moral dalam menyongsong reintegrasi sosial, sekaligus menjadi wahana bagi CPNS untuk memahami langsung proses pembinaan berbasis nilai.

Dengan mengedepankan pendekatan humanis dan religius, Lapas Terbuka Pasaman terus berupaya mewujudkan pemasyarakatan yang tidak hanya menekankan pada aspek keamanan, tetapi juga transformasi nilai dalam diri setiap individu.

#kemenimipas
#ditjenpas
#pemasyarakatan_sumbar
#pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat
#guardandguide

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *