Pasaman — Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman terus menunjukkan progres positif. Pelatihan keterampilan teknik las listrik yang diperuntukkan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) kini telah memasuki hari keempat, dan berlangsung dengan penuh semangat serta antusiasme tinggi dari seluruh peserta, Kamis (25/09).
Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada WBP, sehingga kelak dapat menjadi modal penting ketika mereka kembali ke masyarakat. Materi pelatihan mencakup dasar-dasar teknik pengelasan, penggunaan alat dengan aman, serta praktik langsung dalam penyambungan dan pengelolaan logam.
Instruktur yang berpengalaman turut mendampingi jalannya pelatihan sehingga setiap WBP dapat memahami teknik secara bertahap. Pada hari keempat, perkembangan kemampuan warga binaan mulai terlihat signifikan, di mana para peserta sudah lebih percaya diri dalam mengoperasikan peralatan las serta mampu menghasilkan hasil kerja yang lebih rapi dan sesuai standar.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo menyampaikan apresiasi terhadap semangat yang ditunjukkan peserta. “Kami bangga melihat warga binaan begitu antusias mengikuti pelatihan ini. Harapan kami, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke masyarakat, sehingga mampu hidup mandiri dan berkontribusi positif,” ujarnya.
Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga membangun rasa kebersamaan antar warga binaan. Mereka saling bekerja sama, berbagi pengalaman, dan mendukung satu sama lain selama proses pelatihan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada keahlian teknis, tetapi juga pada pembentukan sikap disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab.
Pelatihan teknik las listrik ini merupakan bagian dari rangkaian program pembinaan kemandirian yang digagas Lapas Terbuka Pasaman. Program ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Hukum dan HAM dalam meningkatkan kualitas pembinaan narapidana, khususnya di bidang keterampilan kerja.
Dengan berlanjutnya pelatihan hingga hari keempat, Lapas Terbuka Pasaman optimis bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak nyata. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan baru yang lebih baik di masa mendatang.


