Penuhi Hak Kesehatan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Lapas terbuka pasaman Bersinergi Dengan Puskesmas sukomenanti.

Penuhi Hak Kesehatan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Lapas terbuka pasaman Bersinergi Dengan Puskesmas sukomenanti.
Pasaman barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tebuka Kelas IIB pasaman kembali bersinergi dengan pihak puskesmas sukomenati, dengan melakukan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) bagi petugas dan warga binaan serta melakukan perjanjian kerja sama di Klinik Pratama Lapas Terbuka Pasaman, rabu (08/05).
Kepala Lapas Terbuka (Kalapas), Kusnan menyampaikan kegiatan ini merupakan sinergitas yang terjalin,”Kegiatan ini harus rutin kita lakukan dengan tujuan untuk mencegah penyakit tidak menular di kalangan Warga Binaan. Juga sebagai pemenuhan dari salah satu hak warga binaan yaitu mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan gratis tentunya,” terang Kusnan.
Dr. Yulia siska selaku dokter Petugas Puskesmas Sukomenanti menjelaskan deteksi dini PTM yang dilakukan meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, penyakit tidak menular (DB, Obesitas, Hipertensi).
Kasubsi Perawatan Lapas terbuka pasaman, Roni Patrima Menjelaskan “tercatat ada 27 orang WBP dan beberapa orang Pegawai yang diperiksa kesehatannya oleh para Petugas Puskesmas Sukomenanti yang dibantu Petugas Klinik Pratama Lapas terbuka pasaman. Dengan diketahuinya faktor risiko PTM secara dini pada seseorang maka pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan sedini mungkin,” jelas Roni.
Sementara itu, Dr. Nelfiani selaku Dokter Senior di Puskesmas Sukomenanti Menyampaikan bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) sering tidak bergejala, banyak yang tidak mengetahui dan menyadari jika mengidap PTM. Hal tersebut membuat kesadaran untuk memeriksakan diri kurang, sehingga banyak yang periksa ketika terjadi komplikasi dari PTM tersebut.
“Penyakit tidak menular sendiri terjadi karena berbagai faktor, seperti kebiasaan merokok, diet atau pola makan yang tidak sehat, minim aktivitas fisik, dan konsumsi minuman beralkohol. Selain itu, riwayat kesehatan keluarga juga dapat menjadi pemicu penyakit tidak menular,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Nelfiani menyampaikan perubahan perilaku untuk melaksanakan gaya hidup sehat mutlak diperlukan untuk mencegah terjadinya PTM. Deteksi dini, pengendalian faktor resiko dan kontrol kesehatan serta minum obat teratur wajib dilakukan guna mencegah terjadinya PTM sebagai penyebab kematian terbanyak.
“Mari kita deteksi diri kita sendiri, temukan faktor resiko dan kendalikan faktor resiko tersebut sehingga tidak membawa kita ke PTM. Semoga kedepannya, kita lebih aware dan waspada akan resiko PTM ini dan rutin melaksanakan pemeriksaan di faskes terdekat minimal 2 Kali dalam setahun bulan,” pungkas dr. Nelfiani.
Info lainnya  Hari Pertama Lebaran, Lapas Terbuka Pasaman Buka Layanan Kunjungan bagi Warga Binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *