Warga Binaan Lapas Terbuka Pasaman Tanam Kacang Hijau Dukung Program Ketahanan Pangan
Pasaman Barat – Program penanaman kacang hijau yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang terus didorong pemerintah melalui pemanfaatan lahan produktif dan pengembangan sektor pertanian, Senin (8/6)
Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam seluruh tahapan budidaya kacang hijau, mulai dari pengolahan lahan, penyiapan benih, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga masa panen. Melalui keterlibatan aktif tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di bidang pertanian, tetapi juga memahami teknik budidaya yang baik dan benar sehingga hasil yang diperoleh dapat lebih optimal.
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi warga binaan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan kerja. Selain memberikan pengetahuan mengenai budidaya tanaman pangan, program tersebut juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta semangat untuk terus produktif selama menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman, Baharuddin menyampaikan bahwa program pertanian merupakan salah satu bentuk pembinaan unggulan yang terus dikembangkan sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat. Menurutnya, keterampilan di bidang pertanian memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber penghasilan maupun usaha mandiri di masa mendatang.
Melalui program budidaya kacang hijau ini, warga binaan diharapkan mampu memperoleh bekal keterampilan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ketika masa pembinaan berakhir, mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk beradaptasi dan berkontribusi secara positif di lingkungan masyarakat.
Selain sebagai sarana pembinaan, kegiatan penanaman kacang hijau juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional. Pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan lapas untuk kegiatan produktif diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat sekaligus mendukung upaya peningkatan ketersediaan pangan. Program ini juga menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan nasional melalui kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
