Pasaman Barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terbuka Kelas IIB pasaman bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) kembali melakukan panen jagung di area sarana asimilasi edukasi kelompok kerja IV (Pokja IV), Jumat (25/04).
Kegiatan panen tersebut berlangsung pada minggu keempat bulan April 2025 dan merupakan hasil dari proses penanaman serta perawatan intensif yang telah dimulai sejak awal tahun. Warga binaan yang tergabung dalam Pokja IV berperan aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga panen, yang semuanya dilakukan di bawah pengawasan dan bimbingan petugas pembina lapas.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kemandirian ekonomi warga binaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter dan peningkatan keterampilan teknis yang aplikatif.
“Melalui program kerja seperti ini, kami berupaya membekali warga binaan dengan keahlian yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat. Panen jagung hari ini menjadi wujud nyata dari proses rehabilitasi sosial yang kami jalankan secara konsisten,” ujar Kalapas.
Komoditas jagung dipilih sebagai bagian dari strategi diversifikasi pertanian, mengingat nilai jualnya yang stabil serta kemudahan dalam proses budidayanya. Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, dan pelatihan lanjutan.
Lapas Terbuka Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari pendekatan pembinaan yang berbasis produktivitas dan kebermanfaatan jangka panjang.

