“Terus berinovasi dalam program kemandirian,” warga binaan lapas terbuka pasaman kembangkan budidaya pepaya madu.

“Terus berinovasi dalam program kemandirian,” warga binaan lapas terbuka pasaman kembangkan budidaya pepaya madu.
Pasaman Barat – Sabtu (8/3/2025) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, dalam program pembinaan kemandirian, salah satunya melalui budidaya pepaya madu.
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Lapas Terbuka Pasaman terhadap pelaksanaan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bpk Agus Andrianto khususnya poin ke-2, yaitu memberdayakan WBP untuk mendukung program ketahanan pangan. dan selaras dengan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.
Dengan bimbingan dari petugas lapas ahli pertanian, warga binaan diberikan pelatihan mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, perawatan, hingga proses panen. Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Kusnan, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif agar dapat lebih mandiri di kemudian hari.
“Penanaman pepaya madu ini merupakan bagian dari program pembinaan yang tidak hanya mengajarkan keterampilan bertani, tetapi juga membentuk disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama di antara warga binaan,” ujar Kusnan.
Saat ini, dilakukan proses penanaman sebanyak 28 Batang yang ditanam di lahan sarana asimilasi edukasi (SAE) Lapas Terbuka Pasaman, dengan harapan nantinya hasil panen ke depan dapat dimanfaatkan baik untuk konsumsi internal maupun pemasaran ke masyarakat luas. Pepaya madu dikenal memiliki rasa yang manis dan bernutrisi tinggi, sehingga memiliki potensi pasar yang menjanjikan.
Dengan adanya program ini, Lapas Terbuka Pasaman terus berupaya menciptakan peluang bagi warga binaan agar mereka dapat berkontribusi secara positif dan memiliki bekal keterampilan setelah kembali ke lingkungan sosial.
Info lainnya  kunjungi rutan lubuk sikaping, kalapas terbuka pasaman Perkuat Koordinasi dan Sinergi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *