Pasaman barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terbuka kelas IIB Pasaman, mengadakan sosialisasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sebagai tahapan dalam menjaring kader atau pendamping kesehatan untuk membantu petugas kesehatan di Klinik Lapas terbuka pasaman, Jumat (03/04).
Dalam sosialisasinya, Petugas Kesehatan Ners Riri Rulianti menyampaikan pengetahuan dasar tentang P3K merupakan hal penting untuk menyelamatkan jiwa korban, sehingga setiap orang wajib tahu hal ini, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). “WBP perlu tahu P3K ini supaya bisa memberi pertolongan pertama untuk korban sesama WBP sebelum petugas medis datang. Petugas pengamanan juga dilibatkan agar ke depannya bisa menanggulangi sementara sebelum petugas kesehatan tiba,” jelasnya.
Selain memberikan sosialisasi, Ners Riri memperagakan salah satu contoh pertolongan pertama didepan para petugas dan warga binaan di Klinik lapas Terbuka pasaman.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Subseksi Binapi giatja Bakri juga memberikan arahan terkait pentingnya P3K yang wajib diketahui WBP dan petugas pengamanan. “Hal ini bisa menjadi tahapan untuk membantu para petugas kesehatan Lapas terbuka pasaman. Tidak hanya itu, alat dan obat untuk memberikan P3K sudah difasilitasi dapat diakses dengan mudah yang diletakkan di Pos utama Penjagaan Regu Pengamanan,” ucap Bakri.
Bapak Kusnan, selaku Kepala Lapas Terbuka Pasaman sangat mengapresiasi sosialisasi P3K. Ia berharap WBP dan petugas dapat memahami apa yang disampaikan dan diaplikasikan saat terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan.
“Banyak ilmu yang kita terima melalui sosialisasi ini. Harapan saya, apa yang disampaikan dapat kita implementasikan dengan memberikan pertolongan pertama dengan cara dan tahapan yang benar apabila terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan,” harap Kusnan.

