Pasaman Barat – Dalam rangka mendukung program ketahanan Pangan, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Terbuka Pasaman kembali menunjukkan hasil nyata panen ikan lele dari program pembinaan kemandirian. Dari 1.000 bibit yang dibudidayakan, panen kali ini menghasilkan 46 kilogram ikan lele siap jual.
Keberhasilan panen ini merupakan bagian dari program pemberdayaan yang dijalankan oleh Lapas Terbuka Pasaman untuk membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang perikanan. Kepala Lapas Terbuka Pasaman menyatakan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga binaan tetapi juga sebagai bentuk persiapan bagi mereka untuk kembali ke masyarakat dengan bekal usaha yang produktif.
“Kami terus mendorong warga binaan untuk aktif dalam program ini. Selain menjadi pengalaman berharga, hasil panen ini juga bisa membantu mereka memahami proses budidaya ikan yang dapat menjadi peluang usaha di kemudian hari,” ujar Kepala Lapas.
Salah satu warga binaan yang ikut dalam program ini mengaku senang bisa belajar dan turut serta dalam proses budidaya ikan lele. “Kami belajar mulai dari pemilihan bibit, perawatan, hingga panen. Ini menjadi pengalaman berharga yang bisa kami manfaatkan saat kembali ke masyarakat nanti,” ungkapnya.
Dengan hasil panen yang terus meningkat, program budidaya ikan lele di Lapas Terbuka Pasaman diharapkan dapat menjadi model pembinaan yang berkelanjutan. Selain membekali keterampilan, program ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan dan lingkungan sekitar.



