Lapas Terbuka Pasaman Kembali Buka Lahan Baru untuk Perkuat Program Menteri ImPas, Ketahanan Pangan Nasional.
Pasaman Barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman kembali membuka lahan baru sebagai bagian dari dukungannya terhadap program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan ketahanan pangan Nasional. Pembukaan lahan seluas 2 hektar ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan di lingkungan Lapas, sekaligus memberikan pelatihan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam bidang pertanian yang produktif. Senin (19/11).
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Kusnan, menyatakan bahwa lahan baru yang dibuka seluas 2 hektar ini akan digunakan untuk menanam jagung. Semua total lahan produktif yang telah digunakan semuanya ada 12 hektar, dan telah digunakan untuk berbagai komoditas pangan dan perikanan, seperti padi, jagung, sayuran, buah-buahan, perikanan dan Termasuk dengan area Greenhouse, “Dengan membuka lahan ini, kami berharap dapat lebih memaksimalkan potensi pertanian di dalam Lapas dan mendukung program ketahanan pangan di daerah. Selain itu, hasil pertanian juga akan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi di Lapas serta membantu memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekitar,” ujar Kusnan.
Lahan baru ini merupakan bagian dari program yang sudah dijalankan sejak Lapas Terbuka Pasaman ini berdiri, yang telah memberikan manfaat besar bagi warga binaan yang terlibat. Mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan dalam bertani, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat mereka terapkan setelah kembali ke masyarakat. Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian ini juga diberi kesempatan untuk merawat dan mengelola hasil pertanian, sehingga menambah rasa tanggung jawab dan keterampilan hidup yang berguna ke depannya.
“Dengan dibukanya lahan baru ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan, baik di lingkungan Lapas terbuka pasaman maupun bagi masyarakat sekitar. Program ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan di dalam Lapas, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para warga binaan untuk mengembangkan keterampilan bertani yang akan sangat berguna setelah mereka kembali ke masyarakat.


