Lapas Terbuka Pasaman Buka Pelatihan Kemandirian Budidaya Perikanan dan Tanaman Nilam bagi Warga Binaan.

Lapas Terbuka Pasaman Buka Pelatihan Kemandirian Budidaya Perikanan dan Tanaman Nilam bagi Warga Binaan.
Pasaman Barat, Selasa (19/8) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan serta memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan, Lapas Terbuka Pasaman Kembali menggelar Pelatihan Kemandirian Budidaya Perikanan dan Tanaman Nilam. Kegiatan ini akan berlangsung selama 12 hari penuh, dengan menghadirkan instruktur profesional di bidang perikanan dan pertanian.
Acara pembukaan pelatihan dilaksanakan di Pendopo Lapas Terbuka Pasaman, yang ditandai secara simbolis dengan pemasangan cocarde kepada peserta oleh Kepala Lapas Terbuka Pasaman bersama instruktur pelatihan. Momentum ini menjadi awal dari rangkaian pembelajaran intensif yang diikuti oleh warga binaan dengan penuh semangat dan antusiasme.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benaymin Harjo menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu program pembinaan kemandirian yang menjadi prioritas lembaga pemasyarakatan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga binaan tidak hanya mendapat pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Budidaya perikanan dan tanaman nilam dipilih karena memiliki prospek ekonomi yang baik, sehingga bisa menjadi sumber penghasilan dan bekal usaha mandiri bagi mereka,” tegasnya.
Sementara itu, instruktur pelatihan menjelaskan bahwa peserta akan mendapatkan materi lengkap mulai dari teknik pembuatan dan pengelolaan kolam ikan, perawatan dan pemeliharaan ikan konsumsi, hingga praktik pembudidayaan tanaman nilam beserta pengolahan hasilnya menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti minyak atsiri.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Terbuka Pasaman untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong terciptanya lapangan kerja baru di sektor pertanian dan perikanan. Dengan metode praktik langsung, peserta diharapkan benar-benar memahami keterampilan yang diberikan, sehingga siap untuk diaplikasikan di masyarakat setelah selesai menjalani masa pidana.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, Lapas Terbuka Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus memberikan program-program yang bermanfaat, membangun karakter, serta membekali warga binaan dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, setelah bebas nanti, warga binaan mampu hidup mandiri, produktif, dan berkontribusi positif bagi keluarga maupun lingkungannya.
Info lainnya  Dapur Lapas Terbuka Pasaman Kantongi Sertifikat Halal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *