Pasaman barat, Kamis (24/7) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman terus berinovasi dalam mendorong pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian. Salah satu hasil unggulan yang kini menjadi kebanggaan adalah Kerupuk Ubi Samba, produk olahan berbasis singkong hasil budidaya warga binaan yang nantinya akan diproduksi dengan secara bertahap.
Produk ini lahir dari kombinasi program pembinaan pertanian dan pelatihan keterampilan pengolahan pangan yang difasilitasi oleh petugas Lapas. Ubi yang ditanam di lahan pertanian Lapas oleh warga binaan diolah menjadi kerupuk khas dengan cita rasa gurih dan renyah, yang diberi nama “KERUPUK UBI SAMBA”.
Kalapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo menyampaikan bahwa produk ini yang nantinya tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan pembinaan produktif di lingkungan pemasyarakatan. “Kerupuk Ubi Samba adalah hasil kerja keras, pembinaan, dan kreativitas warga binaan. Kami bangga bisa mempersembahkan produk ini sebagai bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas mampu menghasilkan sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kalapas.
Dalam proses produksinya, warga binaan dilibatkan mulai dari proses pemanenan singkong, pengupasan, pengirisan, hingga proses pengeringan dan pengemasan. Semua dilakukan dengan bimbingan petugas dan mengedepankan prinsip higienitas serta kualitas bahan.
Kerupuk Ubi Samba kini sedang dalam proses pengembangan kemasan dan izin edar agar ke depannya bisa dipasarkan lebih luas, tidak hanya di lingkungan Lapas, tetapi juga di pasar lokal dan pusat oleh-oleh.
Program ini menjadi bagian dari strategi Lapas Terbuka Pasaman untuk menciptakan lapangan kerja mandiri bagi warga binaan pasca-pembebasan, serta mendukung program ketahanan pangan dan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.


Mantap