Di Tengah Puasa, Lapas Terbuka Pasaman Tetap Produktif Dukung Program Ketahanan Pangan

Di Tengah Puasa, Lapas Terbuka Pasaman Tetap Produktif Dukung Program Ketahanan Pangan

Pasaman Barat, Kamis (26/2) – Bulan suci Ramadhan tidak menjadi penghalang bagi petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman untuk tetap produktif. Di tengah suasana puasa, mereka tetap semangat melaksanakan kegiatan gotong royong pembukaan lahan yang nantinya akan ditanami batang ubi roti sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kegiatan pembukaan lahan tersebut dilaksanakan di area pertanian Lapas Terbuka Pasaman dengan melibatkan petugas serta warga binaan secara bersama-sama. Dengan peralatan sederhana, mereka membersihkan semak, meratakan tanah, dan menyiapkan lahan agar siap ditanami.

Info lainnya  Lapas terbuka kelas iib pasaman Berbagi Takjil dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan Ke 60 Tahun.

Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Menurutnya, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, semangat kerja dan kebersamaan tetap menjadi prioritas.

“Bulan Ramadhan bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Justru ini menjadi momentum untuk meningkatkan nilai ibadah melalui kerja nyata dan kebersamaan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan di bidang pertanian,” ujarnya.

Penanaman ubi roti dipilih karena dinilai memiliki potensi hasil yang baik serta dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pangan alternatif. Selain mendukung ketahanan pangan, hasil panen nantinya diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam program pembinaan produktif di Lapas Terbuka Pasaman.

Info lainnya  Pegawai dan Warga Binaan Lapas Terbuka Pasaman Ikuti Tausiah: Memuliakan dan Meneladani Nabi Muhammad SAW.

Suasana gotong royong tampak penuh kebersamaan. Petugas dan warga binaan bekerja berdampingan tanpa sekat, mencerminkan semangat kolaborasi dan pembinaan yang humanis. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi program akselerasi di bidang pemasyarakatan yang menekankan pada produktivitas dan pemberdayaan.

Melalui kegiatan pembukaan lahan ini, Lapas Terbuka Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *