Pelatihan Meubelair dan Papan Bunga di Lapas Terbuka Pasaman Resmi Ditutup, Warga Binaan Didorong Mandiri.
Pasaman, (13/11/2025) — Kegiatan pelatihan kemandirian bidang meubelair dan papan bunga bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman resmi ditutup pada Kamis (13/11).
Penutupan pelatihan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada peserta dan sesi foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kerja keras warga binaan selama mengikuti kegiatan.
Pelatihan ini telah berlangsung selama Dua Belas (12) hari dan diikuti oleh sejumlah warga binaan yang antusias mempelajari keterampilan pembuatan rak, lemari, meja kantor, hingga papan bunga kreatif. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang rutin digelar oleh Lapas Terbuka Pasaman dalam upaya membekali warga binaan dengan kemampuan produktif menjelang masa bebas.
Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman, Abraham Benyamin Harjo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan warga binaan yang siap mandiri dan berdaya saing di tengah masyarakat.
“Kami berharap keterampilan yang telah diperoleh dapat menjadi bekal berharga untuk membangun usaha sendiri setelah kembali ke masyarakat. Program ini bukan hanya pembelajaran teknis, tetapi juga bagian dari proses pembinaan mental dan kemandirian,” ujarnya.
Selain pelatihan teknis, peserta juga dibekali dengan wawasan dasar mengenai manajemen usaha kecil dan strategi pemasaran sederhana agar produk hasil karya mereka memiliki nilai jual di pasaran.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para peserta yang merasa bangga dapat menghasilkan karya nyata. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan bidang keterampilan yang lebih luas.
Dengan penutupan kegiatan ini, Lapas Terbuka Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan kemandirian melalui berbagai pelatihan produktif, seperti pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan, guna mendukung tujuan pemasyarakatan yang lebih humanis, edukatif, dan berkelanjutan.


