Lapas Terbuka Pasaman Siapkan Strategi 2026! Bahas Program Kerja dan Rencana Kelompok Ketahanan Pangan dalam Rapat Bulanan
Pasaman Barat, Senin (3/11) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman menggelar rapat bulanan yang difokuskan pada pembahasan rencana penyusunan program kerja tahun 2026 serta rencana pembentukan Kelompok Kerja Ketahanan Pangan. Rapat ini merupakan bagian dari kegiatan rutin evaluasi dan perencanaan kerja yang dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan pembinaan dan operasional berjalan.
Kegiatan rapat dilaksanakan di pendopo Lapas Terbuka Pasaman dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Terbuka Pasaman, dengan dihadiri pejabat struktural, staf dan cpns. Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan program dan target kinerja tahun berjalan sekaligus merumuskan langkah strategis menuju pelaksanaan program kerja tahun 2026.
Dalam arahannya, Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo menegaskan pentingnya perencanaan yang sistematis dan berbasis evaluasi agar seluruh program yang dijalankan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan. “Penyusunan program kerja 2026 harus dilakukan dengan mempertimbangkan capaian tahun sebelumnya, kebutuhan lapangan, serta arah kebijakan nasional di bidang pemasyarakatan. Setiap kegiatan harus terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.
Rapat juga membahas secara khusus kelanjutan rencana Kelompok Kerja (Pokja) Ketahanan Pangan yang akan menjadi salah satu fokus utama pada tahun mendatang. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung kemandirian warga binaan serta optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas Terbuka Pasaman.
Pokja Ketahanan Pangan nantinya akan bertanggung jawab dalam pengelolaan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang telah berjalan selama ini, sekaligus melakukan inovasi pengembangan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Melalui penguatan kelompok kerja ini, diharapkan pelaksanaan program kemandirian berbasis ketahanan pangan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Kepala Lapas menegaskan bahwa hasil rapat akan dijadikan dasar dalam penyusunan laporan dan rencana strategis unit kerja untuk tahun mendatang. Ia juga meminta seluruh jajaran agar terus menjaga konsistensi pelaksanaan program sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. “Seluruh hasil pembahasan akan dituangkan dalam dokumen rencana kerja yang menjadi acuan pelaksanaan kegiatan 2026. Dengan demikian, setiap langkah pembinaan dan pemberdayaan warga binaan dapat berjalan secara efektif dan terukur,” tutupnya.

