Pasaman Barat, – Tak sekedar menjalani masa pidana, 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Terbuka Pasaman ikuti pelatihan kompetensi. Kali ini pemasangan listrik bangunan sederhana menjadi fokus pelatihan.
Dimulai Sejak 24 November 2022 hingga dua puluh hari kerja kedepan, para warga binaan dibekali teori dan praktek langsung instalasi.
Menurut Azhar, Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman Pembekalan keterampilan memegang peranan penting, menentukan terbentuknya pribadi yang mampu mengembangkan kecakapan hidup. Hal tersebut upaya mengawali hidup baru di tengah masyarakat.
“WBP juga manusia biasa, yang pada dasarnya harus bisa memenuhi tuntutan hidup produktif, tugas kami menggali dan memfasilitas, biar bebas nanti jadi bekal mereka,” jelas Azhar, saat ditemui di ruangan Kepala. Selasa (27/11/22).
Pelatihan ini bekerjasama dengan dinas Tenaga Kerja Pasaman Barat yang dulu di kenal dengan Balai Latihan Kerja (BLK), merupakan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di Bidang Latihan Kerja yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Azhar juga menjelaskan, selama 20 hari kerja ini WBP mengikuti pelatihan 10 hari teori dan 10 hari praktek langsung, di dampingi mentor ahli dari BLK Pasaman Barat. WBP yang mengikuti pelatihan merupakan WBP yang sedang menjalani program integrasi (asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas).
Salah seorang WBP, mengaku begitu bersyukur berkesempatan mengikuti pelatihan.
“Bersyukur pak saya bisa ikut pelatihan ini, saya yakin ini bisa jadi modal skil saya nanti kalau bebas,” ucapnya.
Alanta menyebutkan setiap WBP yang mengikuti pelatihan ini, nantinya akan memperoleh sertifikat dari dinas Tenaga kerja
“Warga kami yang ikut pelatihan ini, dapat sertifikat Pelatihan Pak, itu bisa mereka pakai untuk melamar pekerjaan nantinya,” pungkas Azhar

