Pasaman Barat, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman melaksanakan kegiatan evaluasi dan monitoring ketahanan pangan pada lahan ubi di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) dengan melibatkan seluruh pegawai, peserta magang, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang dilaksanakan melalui semangat gotong royong ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan evaluasi dan monitoring tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan ubi yang dikelola di area SAE, sekaligus memastikan kegiatan pertanian berjalan sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Melalui keterlibatan seluruh unsur, proses pemantauan lahan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga dan mengembangkan potensi pertanian yang dimiliki Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman.
Dalam pelaksanaannya, para pegawai, peserta magang, dan WBP bekerja bersama di lahan pertanian dengan mengedepankan semangat kebersamaan. Gotong royong menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena mampu mendorong terciptanya lingkungan kerja yang produktif, memperkuat koordinasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap keberlangsungan program ketahanan pangan yang sedang dijalankan.
Evaluasi dan monitoring lahan ubi juga menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan pengelolaan tanaman serta mengidentifikasi hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. Dengan melakukan peninjauan secara langsung, pengelolaan lahan diharapkan dapat terus ditingkatkan melalui perawatan yang terarah, pemanfaatan sumber daya secara optimal, serta keterlibatan aktif seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap kegiatan pertanian di SAE.
Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman melalui pelaksanaan kegiatan ini terus mendorong terciptanya budaya kerja yang mengutamakan kolaborasi dan partisipasi aktif. Pemanfaatan lahan SAE tidak hanya berorientasi pada hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari pelaksanaan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keterlibatan pegawai, peserta magang, dan WBP menjadi unsur penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan lahan tersebut.
Bagi WBP, keterlibatan dalam kegiatan pertanian merupakan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan membangun kebiasaan positif melalui aktivitas kerja yang terarah. Melalui kegiatan di lahan SAE, WBP dapat belajar mengenai pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta ketekunan dalam melaksanakan pekerjaan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan secara mandiri.
Selain mendukung pembinaan kemandirian, kegiatan gotong royong ini juga memperlihatkan bahwa program ketahanan pangan dapat dilaksanakan melalui kerja sama dan komitmen bersama. Setiap unsur yang terlibat memiliki peran dalam menjaga keberlangsungan pengelolaan lahan, mulai dari pelaksanaan kegiatan di lapangan hingga pemantauan terhadap perkembangan tanaman. Dengan demikian, kegiatan evaluasi dan monitoring menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan lahan pertanian.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan upaya pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan yang memberikan manfaat nyata, baik bagi WBP maupun bagi pengembangan program pertanian di lingkungan Lapas. Lahan SAE menjadi salah satu sarana untuk mengintegrasikan kegiatan produktif dengan pembinaan keterampilan, sehingga WBP tidak hanya menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui kegiatan evaluasi dan monitoring ketahanan pangan yang dilaksanakan secara gotong royong, Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman berkomitmen untuk terus mengoptimalkan potensi lahan ubi SAE sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian WBP. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pegawai, peserta magang, dan WBP diharapkan dapat terus terpelihara sehingga pengelolaan lahan pertanian dapat berlangsung secara konsisten, terarah, dan berkelanjutan.
Dengan mengedepankan kerja sama, kedisiplinan, serta tanggung jawab bersama, Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman terus berupaya menjadikan kegiatan pertanian sebagai salah satu bentuk pembinaan yang produktif sekaligus mendukung tujuan pemasyarakatan dalam mempersiapkan WBP agar mampu berkontribusi secara positif ketika kembali ke lingkungan masyarakat.


