Budidaya Ayam KUB Perkuat Program Pembinaan Kemandirian di Lapas Terbuka Pasaman
Pasaman Barat – Lapas Terbuka Pasaman terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui berbagai program produktif yang berorientasi pada pemberdayaan dan ketahanan pangan. Salah satu kegiatan yang secara rutin dilaksanakan adalah budidaya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), yang menjadi bagian dari pembinaan berbasis peternakan di lingkungan Lapas, Rabu (22/7).
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan secara aktif terlibat dalam setiap tahapan pemeliharaan ayam KUB. Kegiatan tersebut meliputi pemberian pakan dan air minum secara teratur, pembersihan kandang, penggantian alas kandang, hingga pemantauan kesehatan ternak agar tetap tumbuh dengan baik. Seluruh aktivitas dilakukan dengan penuh tanggung jawab di bawah pengawasan serta pendampingan petugas Lapas, sehingga proses pemeliharaan berjalan sesuai dengan standar budidaya yang baik.
Ayam KUB dipilih karena memiliki produktivitas yang tinggi, daya tahan tubuh yang baik, serta mudah dikembangkan sebagai salah satu komoditas peternakan. Melalui program ini, Warga Binaan tidak hanya belajar mengenai teknik pemeliharaan ternak, tetapi juga dibekali pengetahuan tentang manajemen peternakan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kandang.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Baharuddin menyampaikan bahwa program budidaya ayam KUB merupakan salah satu bentuk pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha maupun sumber mata pencaharian setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Selain menjadi sarana pembinaan, budidaya ayam KUB juga mendukung program ketahanan pangan yang terus digalakkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pemanfaatan lahan dan sumber daya yang tersedia di lingkungan Lapas menjadi bukti nyata bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga pada peningkatan kompetensi dan produktivitas Warga Binaan.
Program pembinaan berbasis peternakan ini sejalan dengan visi Pemasyarakatan untuk mewujudkan Warga Binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan budidaya ayam KUB, Warga Binaan memperoleh pengalaman kerja nyata yang diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri, etos kerja, serta kemampuan berwirausaha di masa depan.
Ke depan, Lapas Terbuka Pasaman akan terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian yang berbasis potensi lokal, baik di bidang pertanian, peternakan, maupun perikanan. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mewujudkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan maupun masyarakat luas.


