Pasaman Barat, – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman pada malam pertama bulan suci Ramadhan. Petugas bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah yang dilanjutkan dengan kegiatan tadarus Al-Qur’an di lingkungan Lapas Terbuka Pasaman, RAbu (18/
Pelaksanaan ibadah tersebut berlangsung di mushola Al-Ikhlas Terbuka Pasaman dan diikuti oleh jajaran petugas serta seluruh warga binaan yang beragama Islam. Kegiatan ini menjadi momentum awal dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo menyampaikan bahwa kegiatan Tarawih dan tadarus bersama ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang rutin dilaksanakan, khususnya selama bulan Ramadhan. Menurutnya, bulan suci menjadi kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperbaiki diri.
“Ramadhan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan. Kami berharap melalui kegiatan ini, petugas dan warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Shalat Tarawih dilaksanakan secara berjamaah dengan tertib dan khusyuk. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an yang dilakukan secara bergiliran oleh warga binaan dan petugas. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak terasa, mencerminkan semangat pembinaan yang humanis di lingkungan Lapas Terbuka Pasaman.
Selain sebagai bentuk pelaksanaan ibadah, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kedisiplinan, mempererat silaturahmi, serta menanamkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari warga binaan. Dengan adanya kegiatan keagamaan secara rutin, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap proses pembinaan dan pembentukan karakter. Melalui pelaksanaan Tarawih dan tadarus di malam pertama Ramadhan ini, Lapas Terbuka Pasaman berkomitmen untuk terus menghadirkan suasana religius selama bulan suci, serta memastikan hak warga binaan dalam menjalankan ibadah dapat terpenuhi dengan baik.
