Kepala KUA Pasaman Berikan Edukasi Spiritual di Lapas Terbuka Pasaman, Warga Binaan Diajak Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Pasaman Barat, Senin (29/12) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pasaman, Ilfa Jasri, memberikan edukasi spiritual kepada warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushola Al-Ikhlas Lapas Terbuka Pasaman dan diikuti oleh jajaran KUA Pasaman, pejabat struktural Lapas Terbuka Pasaman, peserta magang, serta warga binaan.
Edukasi spiritual ini bertujuan memberikan ketenangan dan rasa nyaman kepada warga binaan melalui penguatan nilai-nilai keagamaan serta ajakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam penyampaiannya, Kepala KUA Pasaman menekankan pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan peningkatan kualitas ibadah sebagai bagian dari proses perbaikan diri selama menjalani masa pembinaan.
Sebelum penyampaian materi, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasibinapigiatja) Lapas Terbuka Pasaman Akmal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam program pembinaan kepribadian warga binaan. Ia menegaskan bahwa kegiatan pembinaan spiritual diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sikap, perilaku, serta kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
Kasibinapigiatja juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala KUA Pasaman beserta jajaran atas kesediaannya memberikan pembinaan rohani kepada warga binaan. Menurutnya, sinergi dengan instansi keagamaan sangat penting dalam mendukung pelaksanaan pembinaan yang berkelanjutan di Lapas Terbuka Pasaman.
Sementara itu, Kepala KUA Pasaman, Ilfa Jasri, mengajak warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri. Ia menekankan bahwa mendekatkan diri kepada Allah SWT dapat menjadi sumber ketenangan batin dan kekuatan mental dalam menjalani proses pembinaan.
dilain kesempatan Kepala Lapas Terbuka Pasaman, abraham benyamin harjo turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa pembinaan keagamaan yang dilakukan secara rutin merupakan bagian dari komitmen Lapas Terbuka Pasaman dalam membentuk warga binaan yang berakhlak baik dan memiliki ketahanan mental.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sesi tanya jawab antara warga binaan dan Kepala KUA Pasaman. Dalam sesi tersebut, warga binaan diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai pertanyaan seputar ibadah dan kehidupan beragama. Sesi berlangsung interaktif dan mendapatkan antusiasme dari para peserta.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh khidmat. Melalui kegiatan ini, Lapas Terbuka Pasaman berharap pembinaan spiritual dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga mampu memberikan dampak positif bagi ketenangan batin serta perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik.



