Produktif dan Mandiri, Warga Binaan Lapas Terbuka Pasaman Panen Hybrida Ubi Madu Roti.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Pasaman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen ubi madu roti varietas hibrida, yang dilaksanakan di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) seluas 2 hektare, Rabu (15/10).
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan yang terus dikembangkan oleh Lapas Terbuka Pasaman. Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan tidak hanya dibekali keterampilan teknis dalam mengelola lahan dan menanam tanaman produktif, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
Panen ubi madu roti ini melibatkan secara langsung warga binaan pemasyarakatan (WBP) di bawah pendampingan petugas lapas. Proses penanaman hingga masa panen dilakukan secara bertahap dan terencana, mulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga pemanenan. Jenis ubi madu roti hibrida dipilih karena memiliki kualitas unggul, nilai ekonomi tinggi, serta masa tanam yang relatif cepat.
Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman, Abraham Benyamin Harjo dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan panen kali ini merupakan bukti nyata keberhasilan program asimilasi berbasis kerja produktif di bidang pertanian.
“Kami terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang bernilai ekonomis dan edukatif. Melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi, warga binaan kami berdayakan agar memiliki kemampuan nyata dalam bercocok tanam dan mengelola hasil pertanian secara mandiri. Ini merupakan wujud nyata dukungan Lapas Terbuka Pasaman terhadap program ketahanan pangan nasional,” ujar Kepala Lapas.
Beliau juga menambahkan bahwa hasil panen ubi madu roti tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan internal lapas, serta sebagian akan dijual sebagai produk hasil pembinaan warga binaan yang berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri warga binaan dan menumbuhkan semangat untuk hidup lebih produktif setelah bebas nanti. Melalui pembinaan berbasis pertanian ini, Lapas Terbuka Pasaman berkomitmen mencetak warga binaan yang terampil, mandiri, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Kepala Lapas menegaskan bahwa keberhasilan panen ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara petugas dan warga binaan, serta dukungan berbagai pihak dalam penyediaan sarana dan prasarana pertanian di lingkungan Lapas Terbuka Pasaman.
“Kami bangga dengan hasil kerja keras bersama. Ini bukan sekadar panen, tetapi simbol keberhasilan pembinaan yang nyata. Dengan keterampilan yang mereka miliki, kami yakin warga binaan mampu menjadi insan yang produktif dan berguna bagi keluarga dan masyarakat setelah bebas nanti,” pungkasnya.


