Pasaman Barat – Lapas Terbuka Pasaman melaksanakan kegiatan studi tiru ke Lapas Solok sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Terbuka Pasaman yang hadir bersama rombongan pejabat struktural, sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS), serta lima orang warga binaan, Senin (29/9).
Kedatangan rombongan Lapas Terbuka Pasaman disambut hangat oleh Kepala Lapas Solok beserta jajarannya. Studi tiru ini difokuskan pada pengembangan keterampilan produktif yang dinilai relevan untuk mendukung kemandirian warga binaan. Adapun materi yang dipelajari meliputi teknik pembuatan pakan ayam, proses pembuatan sabun cuci, serta pengelolaan magot sebagai inovasi ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomis.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan. Melalui studi tiru ini, warga binaan yang turut serta memperoleh kesempatan langsung untuk memahami proses produksi, sehingga diharapkan dapat menambah wawasan serta keterampilan praktis yang kelak bisa menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas penyambutan dan keterbukaan Lapas Solok dalam berbagi pengalaman. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting sebagai langkah nyata dalam mendukung program pembinaan kemandirian serta sejalan dengan tujuan pemasyarakatan yang berorientasi pada pembekalan keterampilan kerja.
Studi tiru ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik bagi petugas maupun warga binaan, terutama dalam pengembangan program kerja di Lapas Terbuka Pasaman. Dengan adanya pengalaman langsung dari Lapas Solok, diharapkan dapat tercipta inovasi baru yang mendukung peningkatan kualitas pembinaan dan pemberdayaan warga binaan secara berkelanjutan.



