Komoditas Unggulan Pasaman Barat, Lapas Terbuka Pasaman Persiapkan 10ribu bibit nilam untuk ditanam di lahan SAE.

Komoditas Unggulan Pasaman Barat, Lapas Terbuka Pasaman Persiapkan 10ribu bibit nilam untuk ditanam di lahan SAE.
Pasaman Barat – Dalam upaya memperkuat peran pemasyarakatan sebagai pendorong produktivitas dan pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian, Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Pasaman tengah mempersiapkan 10.000 bibit tanaman nilam (Pogostemon cablin), yang akan ditanam di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) milik Lapas. Tanaman nilam merupakan salah satu komoditas unggulan Pasaman Barat yang memiliki nilai ekonomi tinggi, khususnya di sektor industri minyak atsiri, Kamis (10/7).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kerja yang dirancang untuk membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan pertanian yang berdaya saing dan berorientasi pada ekonomi produktif pascareintegrasi sosial.
Persiapan bibit dilakukan secara bertahap oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pertanian yang terdiri dari Kalapas, petugas teknis dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembinaan kemandirian dan keterampilan kerja produktif yang terintegrasi dengan kebutuhan dan potensi lokal.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo dalam keterangannya menyampaikan bahwa budidaya nilam tidak hanya diarahkan sebagai bentuk kegiatan pertanian semata, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan mental, disiplin, dan tanggung jawab bagi warga binaan.
“Nilam merupakan komoditas bernilai tinggi dan strategis. Dengan mengolah lahan SAE untuk penanaman nilam, kami tidak hanya memberdayakan warga binaan secara ekonomi, tetapi juga mendukung program pertanian berkelanjutan dan pemulihan ekonomi daerah,” ujar Kalapas.
Tanaman nilam dipilih karena cocok dengan karakteristik tanah di wilayah Pasaman Barat, memiliki pasar ekspor stabil, serta dapat dikembangkan dengan sistem pertanian terpadu. Nantinya, hasil panen nilam akan diarahkan sebagai bagian dari program industri pemasyarakatan.
Selain menjadi bentuk kontribusi Lapas dalam ketahanan ekonomi dan pangan daerah, kegiatan ini juga memperkuat visi pemasyarakatan untuk menghasilkan warga binaan yang produktif, terampil, dan siap reintegrasi ke masyarakat.
“Kami ingin mencetak WBP yang tidak hanya selesai menjalani pidana, tetapi juga memiliki bekal keahlian yang realistis dan sesuai dengan potensi pasar kerja di luar nanti,” tambah Kalapas.
Penanaman bibit nilam dijadwalkan dimulai dalam beberapa pekan ke depan setelah seluruh bibit selesai disemai dan dipastikan layak tanam. Kegiatan ini juga akan melibatkan pendampingan dari pihak pertanian daerah serta pemantauan berkelanjutan.
Info lainnya  Lapas Terbuka Pasaman Terima Patroli Sambang Polres Pasaman Barat, Pastikan Situasi Aman dan Kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *