Dukung Program Ketahanan Pangan, Kelompok Kerja (Pokja) Lapas terbuka Pasaman, Kembali Tanam Ubi Roti (Hybrida Madu)

Dukung Program Ketahanan Pangan, Kelompok Kerja (Pokja) Lapas terbuka Pasaman, Kembali Tanam Ubi Roti (Hybrida Madu)
Pasaman Barat – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta implementasi pembinaan berbasis kerja bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kelompok Kerja (Pokja) Lapas Terbuka Pasaman kembali melaksanakan kegiatan penanaman ubi roti (hybrida madu), Kamis (10/7), bertempat di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Terbuka Pasaman.
Kegiatan ini Penanaman ini didampingi langsung oleh Kepala Subseksi Kegiatan Kerja dan diikuti oleh anggota Pokja pertanian yang terdiri dari petugas dan WBP. Penanaman dilakukan di lahan yang telah diolah sebelumnya secara swakelola dan ramah lingkungan.
Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham Benyamin Harjo dalam keterangannya menyampaikan bahwa budidaya ubi roti ini merupakan bagian dari strategi pembinaan produktif, sekaligus sebagai bentuk partisipasi aktif Lapas dalam mendukung kedaulatan pangan lokal.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mendidik warga binaan untuk bekerja, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, kerja keras, dan kontribusi nyata terhadap lingkungan. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan Lapas Terbuka Pasaman siap berperan di dalamnya,” ujar Kalapas.
Ubi roti hybrida madu dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca dan hasil panen yang menjanjikan. Selain itu, ini juga memiliki kandungan nutrisi yang baik dan dapat dikembangkan sebagai alternatif pangan lokal yang ekonomis.
Kegiatan tanam ini juga menjadi bagian dari program pembinaan keterampilan pertanian yang berkelanjutan di Lapas Terbuka Pasaman, yang sebelumnya telah berhasil mengembangkan jagung, cabai, dan serai wangi. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, pengawasan ketat, dan mengedepankan nilai kemanusiaan dalam proses pembinaan.
Dengan langkah konkret ini, Lapas Terbuka Pasaman tidak hanya berperan sebagai lembaga pembinaan, tetapi juga sebagai unit kerja pemerintah yang produktif dan adaptif terhadap isu-isu strategis nasional, termasuk ketahanan pangan.
Info lainnya  Penuhi Hak Kesehatan warga binaan pemasyarakatan (WBP), Lapas terbuka pasaman Bersinergi Dengan Puskesmas sukomenanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *