Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Terbuka Pasaman Jajaki Kolaborasi Peternakan Unggas dengan UPTD Pasaman Barat
Pasaman Barat — Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kemandirian warga binaan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan melakukan koordinasi dan konsultasi ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Ternak Unggas Kabupaten Pasaman Barat guna membahas pengembangan program peternakan unggas di lingkungan lapas.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antarinstansi untuk mengembangkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan keterampilan warga binaan. Dalam pertemuan tersebut, jajaran Lapas Terbuka Pasaman bersama pihak UPTD membahas berbagai peluang kerja sama, mulai dari sistem budidaya ternak unggas, manajemen pemeliharaan, pengelolaan pakan, hingga pola pembinaan berbasis praktik kerja lapangan.
Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan merupakan bagian dari implementasi program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong warga binaan menjadi pribadi yang produktif dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga harus mampu memberikan keterampilan nyata yang bernilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya.
“Lapas Terbuka memiliki peran penting dalam menciptakan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Melalui koordinasi ini, kami ingin memperkuat program peternakan unggas sebagai bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Pihak UPTD Ternak Unggas Pasaman Barat turut menyambut baik langkah kolaboratif yang dilakukan Lapas Terbuka Pasaman. Dukungan teknis dan pendampingan dinilai penting agar program peternakan yang dijalankan dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan.
Selain menjadi sarana pelatihan keterampilan, program peternakan unggas juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas warga binaan melalui kegiatan positif yang edukatif dan bernilai manfaat. Hal ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan modern yang menitikberatkan pada pembinaan, pemberdayaan, dan reintegrasi sosial.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Lapas Terbuka Pasaman terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.



