Perdana, Kalapas Terbuka Pasaman Jadi Khatib Jumat di Mushola Al-Ikhlas, Sampaikan Pesan Pembinaan dan Keimanan.

Pasaman Barat — Kepala Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Pasaman untuk pertama kalinya bertindak sebagai khatib Jumat dalam pelaksanaan Sholat Jumat di Mushola Al-Ikhlas Lapas Terbuka Pasaman, Jumat (8/5). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran petugas serta warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Momentum ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang terus diperkuat di lingkungan Lapas Terbuka Pasaman, khususnya dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual, keimanan, dan ketakwaan bagi seluruh warga binaan maupun petugas pemasyarakatan.
Dalam khutbahnya, Kalapas menyampaikan pentingnya menjadikan ibadah sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan ke arah yang lebih baik. Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus memperkuat ukhuwah, menjaga kedisiplinan, serta menanamkan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih bertanggung jawab dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Pemasyarakatan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga proses memperbaiki diri, membangun kesadaran, dan memperkuat nilai keimanan agar nantinya dapat kembali diterima dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Kalapas dalam khutbahnya.
Suasana pelaksanaan Sholat Jumat berlangsung penuh kekhusyukan. Para warga binaan tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai. Kehadiran Kalapas sebagai khatib juga menjadi simbol kedekatan dan pembinaan humanis antara petugas dan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan keagamaan rutin di Lapas Terbuka Pasaman selama ini terus digalakkan sebagai bagian dari program pembinaan mental dan spiritual. Selain menjadi sarana meningkatkan kualitas ibadah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membentuk karakter warga binaan yang lebih baik, religius, dan siap kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Terbuka Pasaman menegaskan komitmennya dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pembinaan yang humanis, edukatif, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.