Pasaman Barat, Kamis (14/8) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman secara resmi menutup program Pelatihan Kemandirian Meubelair dan Keramba bagi warga binaan pemasyarakatan. Penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan selama 12 hari penuh.
Kegiatan ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha setelah mereka kembali ke masyarakat. Peserta memperoleh materi pembuatan perabot meubelair seperti meja, kursi, dan lemari, serta teknik pembuatan keramba ikan sesuai standar budidaya perikanan.
Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Giatja) Lapas Terbuka Pasaman, [Gunawan Sakti], menegaskan bahwa program ini selaras dengan misi pemasyarakatan. “Program ini adalah wujud nyata pembinaan kemandirian yang kami jalankan. Dengan keterampilan yang mereka peroleh, kami berharap warga binaan bisa mandiri secara ekonomi dan mengurangi risiko pengulangan tindak pidana setelah bebas. Ini sejalan dengan misi pemasyarakatan, yaitu membina dan mengembalikan warga binaan sebagai anggota masyarakat yang produktif,” tuturnya.
Instruktur pelatihan turut memberikan apresiasi atas semangat belajar para peserta.
“Selama pelatihan, para peserta menunjukkan kemauan belajar yang luar biasa. Meskipun sebagian belum pernah memegang peralatan sebelumnya, mereka mampu menghasilkan karya berkualitas. Saya yakin, jika keterampilan ini terus diasah, akan menjadi modal besar untuk kehidupan mereka ke depan,” ujar [evan], instruktur pelatihan meubelair dan keramba.
Dilain Kesempatan, Kalapas Abraham Benyamin Harjo juga menyampaikan Pelatihan ini bukan sekadar menambah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk sikap kerja yang disiplin, mandiri, dan produktif. Kami berharap, keterampilan ini akan menjadi bekal berharga untuk memulai usaha atau mendapatkan pekerjaan yang layak setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Terbuka Pasaman menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pemberdayaan, sehingga warga binaan memiliki keterampilan yang relevan dan dapat berkontribusi positif di masyarakat.


