“Kalapas dan DharmaWanita Lapas Terbuka Pasaman Laksanakan Penanaman Nilam sebagai Bagian dari Program Pembinaan.
Pasaman Barat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembinaan berbasis kemandirian dengan pendekatan humanis dan produktif. Bertempat di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kepala Lapas Terbuka Pasaman, Abraham benyamin Harjo, bersama jajaran serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) melaksanakan kegiatan penanaman tanaman nilam, Selasa (24/06).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari program pertanian pembinaan warga binaan, namun juga merupakan simbol kuat dari kolaborasi lintas unsur di lingkungan pemasyarakatan, termasuk dukungan aktif dari organisasi Dharma Wanita yang memiliki peran strategis dalam pembinaan mental dan sosial.
Dalam sambutannya, Kalapas menekankan bahwa pembinaan di Lapas Terbuka Pasaman tidak hanya terfokus pada pengawasan, tetapi juga pada penanaman nilai kerja, produktivitas, dan keterampilan. Tanaman nilam dipilih karena bernilai ekonomis tinggi dan sesuai dengan karakteristik lahan SAE.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi salah satu langkah pembinaan konkret bagi warga binaan. Nilam bukan hanya komoditas pertanian, tetapi juga cerminan dari upaya menanam masa depan yang lebih baik,” ujar Kalapas.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Terbuka Pasaman, Ida Mercy Misiro juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian dari peran nyata perempuan dalam mendukung proses pemasyarakatan yang adil, inklusif, dan berorientasi pada rehabilitasi sosial.
Selain penanaman, kegiatan ini juga mencakup edukasi langsung kepada warga binaan terkait teknik penanaman, perawatan tanaman nilam, serta nilai ekonomi dan pemanfaatannya dalam industri minyak atsiri.
Penanaman nilam ini menjadi bagian dari program pembinaan asimilasi berbasis keterampilan yang dilakukan oleh Lapas Terbuka Pasaman. Selain melibatkan warga binaan dalam kegiatan pertanian, program ini juga bertujuan meningkatkan ketahanan ekonomi melalui pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Terbuka Pasaman kembali menunjukkan bahwa pemasyarakatan modern menempatkan rehabilitasi sebagai poros utama dalam menciptakan warga binaan yang siap kembali dan berdaya saing di tengah masyarakat.


