Pasaman barat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Pasaman hari ini menggelar simulasi evakuasi bencana dengan menggandeng Basarnas dan BPBD Pasaman Barat sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Kegiatan ini melibatkan seluruh petugas dan warga binaan. Selasa (01/10).
Dalam simulasi tersebut, diskenariokan terjadinya jenis bencana, misal: gempa bumi yang mengakibatkan dampak bencana, misal: kerusakan bangunan, kebakaran. Para petugas dan warga binaan dilatih untuk melakukan evakuasi dengan cepat dan tertib menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Petugas Lapas juga diajarkan cara mengevakuasi warga binaan baik itu area kantor, dapur, klinik dan barak hunian saat bencana alam terjadi. Mengingat saat ini terdapat 17 warga binaan yang berada di barak hunian, pemahaman teknik penanganan dan evakuasi menjadi sangat penting.
Ketika bencana alam terjadi, Lapas Terbuka Pasaman telah menyiapkan titik kumpul di sebidang tanah kosong yang datar untuk tempat evakuasi.
Kepala BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain menambahkan bahwa simulasi ini merupakan bentuk sinergitas dengan Lapas dalam menghadapi bencana alam.
“Kami dari tim BPBD dan Basarnas Pasaman Barat memberikan gambaran penanganan hingga cara evakuasi ketika terjadi bencana alam. Salah satunya tidak panik,” katanya.
Sementara itu Kalapas Kusnan mengatakan, “Simulasi ini sangat penting untuk memastikan seluruh warga binaan dan petugas memahami prosedur evakuasi yang benar. Dengan begitu, kita dapat meminimalisir risiko korban jiwa dan kerugian material jika terjadi bencana sungguhan.”Ucap Kusnan.
Selain simulasi, LapasTerbuka Pasaman bekerja sama dengan Tim Basarnas dan BPBD Pasaman Barat juga melakukan sejumlah upaya lain untuk meningkatkan kesiapsiagaan, seperti membentuk tim tanggap darurat, menyediakan perlengkapan evakuasi, melakukan sosialisasi tentang mitigasi bencana.

